Senin, 25 Mei 2015

Tunjangan Fungsional dan Asuransi Guru di Garis Depan Aman; Janji Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan tunjangan fungsional dan asuransi bagi para pengajar yang siap ditempatkan ke pelosok Indonesia. Hal itu dikemukakan Presiden saat melepas 798 Guru Garis Depan yang akan dikirim ke kabupaten-kabupaten pedalaman Indonesia, hari ini.
“Juga tentu saja kita ingin agar nanti ada peningkatan jaminan hidup yang memadai bagi para guru yang ditugaskan di tempat-tempat terpencil dengan memberikan sebuah tunjangan fungsional. Pemberian asuransi yang menjamin keamanan dan keselamatan,” kata Jokowi, di kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Senin (25/5).

Jokowi menyatakan, masih banyak daerah terdepan dan terpencil yang jauh dari pemenuhan kebutuhan pendidikan seperti di Dompu, Merauke, perbatasan Entikong dan Sebatik. Pemerintah saat ini, kata dia, berkomitmen mewujudkan pemerataan pendidikan.
Menurut Jokowi, pemerintah juga memahami bahwa para guru tersebut nantinya membutuhkan sarana penunjang pengajaran dan penunjang karier mereka.

“Tapi bahagialah Bapak, Ibu dan Saudara-saudara semuanya menjadi angkatan pertama.  Tadi sudah disampaikan oleh pak menteri pendidikan, bahwa Bapak, Ibu dan Saudara-saudara semuanya adalah pejuang karena tempat yang akan dituju adalah memang tempat-tempat yang sulit, tempat-tempat yang terpecil, lokasi-lokasi perbatasan,” kata Jokowi.
Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan, guru yang dikirim melalui Guru Garis Depan siap mengajar di manapun. Mereka adalah guru permanen dan bukan hanya kontrak program. Hari ini para guru itu akan langsung berangkat ke daerah-daerah penempatan.

Presiden mengingatkan kualitas pendidikan tidak merata karena di daerah pedalaman, guru-guru terbatas kemampuannya hanya untuk mata pelajaran tertentu. Oleh karena itu ketimpangan pendidikan terjadi antara Jawa dan luar Jawa.

"Jangan lupa berikan karakter mental yang baik untuk anak-anak kita. Bahwa anak-anak yang berasal dari daerah pinggir harus punya sebuah kebanggaan bahwa mereka juga Indonesia," kata Jokowi.
Program Guru Garis Depan merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Melalui program ini 800 guru akan disebar ke 38 kabupaten yang dianggap kurang dalam hal pendidikan.

Menurut Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Dikdas, Sumarna Surapranata, seleksi guru garis depan ada tiga tahap.
Pertama, tahap registrasi pendaftaran di panitia seleksi nasional dan seleksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud ) yang diikuti 1480 calon perserta.
Kedua, tahap tes kompetensi dasar (TKD) mencakup tes wawasan kebangsaan, tes intelegensia umum, dan test karakteristik pribadi.
Ketiga, tahap penetapan nomor induk peserta (NIP) dan surat keputusan (SK) CPNS.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan tunjangan fungsional dan asuransi bagi para pengajar yang siap ditempatkan ke pelosok Indonesia. Hal itu dikemukakan Presiden saat melepas 798 Guru Garis Depan yang akan dikirim ke kabupaten-kabupaten pedalaman Indonesia, hari ini.
“Juga tentu saja kita ingin agar nanti ada peningkatan jaminan hidup yang memadai bagi para guru yang ditugaskan di tempat-tempat terpencil dengan memberikan sebuah tunjangan fungsional. Pemberian asuransi yang menjamin keamanan dan keselamatan,” kata Jokowi, di kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Senin (25/5).

Jokowi menyatakan, masih banyak daerah terdepan dan terpencil yang jauh dari pemenuhan kebutuhan pendidikan seperti di Dompu, Merauke, perbatasan Entikong dan Sebatik. Pemerintah saat ini, kata dia, berkomitmen mewujudkan pemerataan pendidikan.
Menurut Jokowi, pemerintah juga memahami bahwa para guru tersebut nantinya membutuhkan sarana penunjang pengajaran dan penunjang karier mereka.

“Tapi bahagialah Bapak, Ibu dan Saudara-saudara semuanya menjadi angkatan pertama.  Tadi sudah disampaikan oleh pak menteri pendidikan, bahwa Bapak, Ibu dan Saudara-saudara semuanya adalah pejuang karena tempat yang akan dituju adalah memang tempat-tempat yang sulit, tempat-tempat yang terpecil, lokasi-lokasi perbatasan,” kata Jokowi.
Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan, guru yang dikirim melalui Guru Garis Depan siap mengajar di manapun. Mereka adalah guru permanen dan bukan hanya kontrak program. Hari ini para guru itu akan langsung berangkat ke daerah-daerah penempatan.

Presiden mengingatkan kualitas pendidikan tidak merata karena di daerah pedalaman, guru-guru terbatas kemampuannya hanya untuk mata pelajaran tertentu. Oleh karena itu ketimpangan pendidikan terjadi antara Jawa dan luar Jawa.

"Jangan lupa berikan karakter mental yang baik untuk anak-anak kita. Bahwa anak-anak yang berasal dari daerah pinggir harus punya sebuah kebanggaan bahwa mereka juga Indonesia," kata Jokowi.
Program Guru Garis Depan merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Melalui program ini 800 guru akan disebar ke 38 kabupaten yang dianggap kurang dalam hal pendidikan.

Menurut Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Dikdas, Sumarna Surapranata, seleksi guru garis depan ada tiga tahap.
Pertama, tahap registrasi pendaftaran di panitia seleksi nasional dan seleksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud ) yang diikuti 1480 calon perserta.
Kedua, tahap tes kompetensi dasar (TKD) mencakup tes wawasan kebangsaan, tes intelegensia umum, dan test karakteristik pribadi.
Ketiga, tahap penetapan nomor induk peserta (NIP) dan surat keputusan (SK) CPNS.




0 komentar:

Posting Komentar

Info Guru

Info Guru dan Kepegawaian

Info pns

INFO PNS

Arsip Blog

Mengenai Saya